Tampilkan postingan dengan label Profil Kahlil Gibran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil Kahlil Gibran. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Oktober 2010

Profil Kahlil Gibran 6


Pada tahun 1920 Gibran mendirikan sebuah asosiasi penulis Arab yang
dinamakan Arrabithah Al Alamia (Ikatan Penulis). Tujuan ikatan ini
merombak kesusastraan Arab yang stagnan. Seiring dengan naiknya
reputasi Gibran, ia memiliki banyak pengagum. Salah satunya adalah
Barbara Young. Ia mengenal Gibran setelah membaca "Sang Nabi". Barbara

Profil Kahlil Gibran 5

Pengaruh "Broken Wings" terasa sangat besar di dunia Arab karena di
sini untuk pertama kalinya wanita-wanita Arab yang dinomorduakan
mempunyai kesempatan untuk berbicara bahwa mereka adalah istri yang
memiliki hak untuk memprotes struktur kekuasaan yang diatur dalam

perkawinan. Cetakan pertama "Broken Wings" ini dipersembahkan untuk
Mary Haskell.

Profil Kahlil Gibran 4


Selama awal masa remaja, visinya tentang tanah kelahiran dan masa
depannya mulai terbentuk. Tirani kerajaan Ottoman, sifat munafik
organisasi gereja, dan peran kaum wanita Asia Barat yang sekadar
sebagai pengabdi, mengilhami cara pandangnya yang kemudian dituangkan
ke dalam karya-karyanya yang berbahasa Arab.

Profil Kahlil Gibran 3


KEMATIAN

Pada tanggal 10 April 1931 jam 11.00 malam, GIBRAN meninggal dunia. Tubuhnya memang telah lama digerogoti sirosis hati dan TBC, tapi selama ini ia menolak untuk dirawat di rumah sakit. Pada pagi hari terakhir itu, dia dibawa ke St. Vincent's Hospital di GREENWICH VILLAGE. Hari berikutnya, MARIANNA mengirim telegram ke MARY HASKELL di SAVANNAH untuk mengabarkan kematian Penyair itu. Meskipun harus merawat suaminya yg saat itu juga menderita sakit, MARY tetap menyempatkan diri untuk melayat GIBRAN. Jenazah GIBRAN kemudian dikebumikan tanggal 21 Ogos di Ma Sarkis, sebuah biara Carmelite di mana GIBRAN pernah melakukan ibadah. Sepeninggal GIBRAN, BARBARRA YOUNG-lah yg mengetahui seluk beluk studio, warisan dan tanah peninggalan GIBRAN. Juga secarik kertas yg bertuliskan, "Di dalam hatiku masih ada sedikit keinginan untuk membantu dunia Timur, karena ia telah banyak sekali membantu."



Biografi Sang Penyair
Kahlil Gibran lahir pada tanggal 6 Januari 1883 di Beshari, Lebanon.
Beshari sendiri merupakan daerah yang kerap disinggahi badai, gempa
serta petir. Tak heran bila sejak kecil, mata Gibran sudah terbiasa
menangkap fenomena-fenomena alam tersebut. Inilah yang nantinya banyak mempengaruhi tulisan-tulisannya tentang alam.


Pada usia 10 tahun, bersama ibu dan kedua adik perempuannya, Gibran
pindah ke Boston, Amerika Serikat. Tak heran bila kemudian Gibran kecil
mengalami kejutan budaya, seperti yang banyak dialami oleh para imigran
lain yang berhamburan datang ke Amerika Serikat pada akhir abad ke-19.

Keceriaan Gibran di bangku sekolah umum di Boston, diisi dengan masa
akulturasinya maka bahasa dan gayanya dibentuk oleh corak kehidupan
Amerika. Namun, proses Amerikanisasi Gibran hanya berlangsung selama
tiga tahun karena setelah itu dia kembali ke Bairut, di mana dia
belajar di Madrasah Al-Hikmat (School of Wisdom) sejak tahun 1898
sampai 1901.

Profil Kahlil Gibran 2

Pada tahun 1911, GIBRAN pindah ke kota NEW YORK, GIBRAN bekerja di apartemen studionya di 51 West Tenth Street, sebuah bangunan yg sengaja didirikan untuk tempat ia melukis dan menulis.
Sebelum tahun 1912, "BROKEN WINGS" telah diterbitkan dalam bahasa Arab. Buku ini bercerita tentang cinta Selma Karami kepada seorang muridnya. Namun, Selma terpaksa menjadi tunangan kemenakannya sendiri sebelum akhirnya menikah dengan suami yg merupakan seorang Uskup yg oportunis. Karya GIBRAN ini sering dianggap sebagai autobiografinya. Pengaruh "BROKEN WINGS" terasa sangat besar di dunia Arab karena di sini untuk pertama kalinya wanita2 Arab yg dinomorduakan mempunyai kesempatan untuk berbicara bahwa mereka adalah istri yg memiliki hak untuk memprotes struktur kekuasaan yg diatur dalam perkawinan. Cetakan pertama "BROKEN WINGS" ini dipersembahkan untuk MARY HASKELL.
GIBRAN sangat produktif dan hidupnya mengalami banyak perbedaan pada tahun2 berikutnya. Selain menulis dalam bahasa Arab, dia juga terus menyempurnakan bahasa Inggrisnya dan mengembangkan kesenimanannya. Ketika terjadi perang besar di LEBANON, GIBRAN menjadi seorang pengamat dari kalangan non pemerintah bagi masyarakat SYRIA yg tinggal di Amerika. Ketika GIBRAN dewasa, pandangannya mengenai dunia Timur meredu. PIERRE LOTI, seorang novelis PERANCIS, yg sangat terpikat dengan dunia Timur pernah berkata kepada GIBRAN, kalau hal ini sangat mengenaskan. Disadari atau tidak, GIBRAN memang telah belajar untuk mengagumi kehebatan Barat.
GIBRAN sangat produktif dan hidupnya mengalami banyak perbedaan pada tahun2 berikutnya. Selain menulis dalam bahasa Arab, dia juga terus menyempurnakan bahasa Inggrisnya dan mengembangkan kesenimanannya. Ketika terjadi perang besar di LEBANON, GIBRAN menjadi seorang pengamat dari kalangan non pemerintah bagi masyarakat SYRIA yg tinggal di Amerika. Ketika GIBRAN dewasa, pandangannya mengenai dunia Timur meredu. PIERRE LOTI, seorang novelis PERANCIS, yg sangat terpikat dengan dunia Timur pernah berkata kepada GIBRAN, kalau hal ini sangat mengenaskan. Disadari atau tidak, GIBRAN memang telah belajar untuk mengagumi kehebatan Barat.

Profil Kahlil Gibran 1


"BIOGRAFI KAHLIL GIBRAN"
MASA KECIL

KAHLIL GIBRAN merupakan seorang seniman, penyair dan pengarang. Beliau dilahirkan di BESHARI pada 06 Januari 1883, LEBANON. Yg merupakan daerah yg kerap disinggahi badai, gempa serta petir. Tak heran bila sejak kecil mata GIBRAN sudah terbiasa menangkap fenomena2 alam tsb. Inilah nantinya banyak mempengaruhi tulisan2nya tentang alam.
Pada usia 10 tahun, bersama ibu dan kedua adik perempuannya, GIBRAN pindah ke BOSTON, AS. GIBRAN kecil mengalami kejutan budaya, seperti yg banyak dialami oleh para imigran lain yg berhamburan datang ke Amerika Serikat pada akhir abad ke - 19.
Keceriaan GIBRAN di bangku sekolah umum di BOSTON, diisi dg masa akulturasinya maka bahasa dan gayanya dibentuk oleh corak kehidupan Amerika. Namun proses pengamerikaan GIBRAN hanya berlangsung selama 3 tahun karena setelah itu dia kembali ke BEIRUT, di mana dia belajar di Madrasah Al-Hikmat ( School of Wisdom ) sejak tahun 1898 - 1901.