Tampilkan postingan dengan label Karya kahlil Gibran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya kahlil Gibran. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Oktober 2010

KEMBALIKAN INDONESIA PADAKU kepada Kang Ilen


Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga,
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat,
sebagian berwarna putih dan sebagian hitam,
yang menyala bergantian,
Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam
dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa,
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam
karena seratus juta penduduknya,

Senin, 18 Oktober 2010

Prosa (II)


Bila kau memberi dari hartamu, tidak banyaklah pemberian itu. Bila kau
memberi dari dirimu, itulah pemberian yang penuh erti. Sebab, apalah harta
milikan itu, pabila ia bukan simpanan yang kaujaga buat persediaan di hari
kemudian ?

Prosa (I)

Bila engkau sedang bersukaria
 renunglah dalam-dalam
 ke lubuk hati
 disanalah nanti engkau dapati
 bahwa hanya yang pernah membuat derita
 berkemampuan memberimu bahagia

 Jika engkau berdukacita
 renunanglah lagi, ke lubuk hati
 disanalah pula bakal kau temui
 bahawa sesungguhnya
 engkau sedang menangisi
 sesuatu yang pernah
 engkau syukuri

  Khalil Gibran 

Lagu Ombak


 Pantai yang perkasa adalah kekasihku,
 Dan aku adalah kekasihnya,
 Akhirnya kami dipertautkan oleh cinta,
 Namun kemudian Bulan menjarakkan aku darinya.
 Kupergi padanya dengan cepat
 Lalu berpisah dengan berat hati.
 Membisikkan selamat tinggal berulang kali.

 Aku segera bergerak diam-diam
 Dari balik kebiruan cakerawala
 Untuk mengayunkan sinar keperakan buihku
 Ke pangkuan keemasan pasirnya
 Dan kami berpadu dalam adunan terindah.

 Aku lepaskan kehausannya
 Dan nafasku memenuhi segenap relung hatinya
 Dia melembutkankan suaraku dan mereda gelora di dada.
 Kala fajar tiba, kuucapkan prinsip cinta
 di telinganya, dan dia memelukku penuh damba

 Di terik siang kunyanyikan dia lagu harapan
 Diiringi kucupan-kucupan kasih sayang
 Gerakku pantas diwarnai kebimbangan
 Sedangkan dia tetap sabar dan tenang

 Dadanya yang bidang meneduhkan kegelisahan
 Kala air pasang kami saling memeluk
 Kala surut aku berlutut menjamah kakinya
 Memanjatkan doa

 Seribu sayang, aku selalu berjaga sendiri
 Menyusut kekuatanku.
 Tetapi aku pemuja cinta,
 Dan kebenaran cinta itu sendiri perkasa,
 Mungkin kelelahan akan menimpaku,
 Namun tiada aku bakal binasa.


Khalil Gibran



7 Alasan Mencela Diri


Tujuh kali aku pernah mencela jiwaku,
pertama kali ketika aku melihatnya lemah,
padahal seharusnya ia bisa kuat.

Antara Pagi Dan Malam


TENANGLAH hatiku, kerana langit tak pun mendengari
Tenanglah, kerana bumi dibebani dengan ratapan kesedihan.
Dia takkan melahirkan melodi dan nyanyianmu.
Tenanglah, kerana roh-roh malam tak menghiraukan bisikan rahsiamu, dan
bayang-bayang tak berhenti dihadapan mimpi-mimpi.
Tenanglah, hatiku. Tenanglah hingga fajar tiba, kerana dia yang menanti pagi
dengan sabar akan menyambut pagi dengan kekuatan. Dia yang mencintai
cahaya, dicintai cahaya.
Tenanglah hatiku, dan dengarkan ucapanku.

Semalam


Tujuh kali aku pernah mencela jiwaku,
pertama kali ketika aku melihatnya lemah,
padahal seharusnya ia bisa kuat.

Kedua kali ketika melihatnya berjalan terjongket-jongket
dihadapan orang yang lumpuh
Ketiga kali ketika berhadapan dengan pilihan yang sulit dan mudah
ia memilih yang mudah
Keempat kalinya, ketika ia melakukan kesalahan dan cuba menghibur diri

Kehidupan Sebuah Cinta


MUSIM BUNGA

  Marilah, sayang, mari berjalan menjelajahi perbukitan,
  Salju telah cair dan Kehidupan telah terjaga dari lenanya
  dan kini mengembara menyusuri pegunungan dan lembah-lembah,
  Mari kita ikut jejak-jejak Musim Bunga, yang melangkaui
  Ladang-ladang jauh, dan mendaki puncak-puncak perbukitan
 'Tuk menadah ilham dari aras ketinggian,
  Di atas hamparan ngarai nan sejuk kehijauan.

Surat Dari Kekasih


Untukmu yang selalu Kucintai,
Saat kau bangun di pagi hari, Aku memandangmu dan
berharap engkau akan berbicara kepadaKu., bercerita,
meminta pendapatKu, mengucapkan sesuatu untukKu
walaupun hanya sepatah kata.

Masa Muda dan Keindahan



Keindahan menjadi milik usia muda, tapi keremajaan yang untuknya dunia ini
diciptakan tidak lebih dari sekadar mimpi yang manisnya diperhamba oleh
kebutaan yang menghilangkan kesedaran.
Akankah hari itu datang, ketika orang-orang bijak menyatukan kemanisan
masa muda dan kenikmatan pengetahuan?
Sebab masing-masing hanyalah kosong bila hanya sendirian.
Akankah hari itu datang ketika alam menjadi guru yang mengajar manusia,
dan kemanusiaan menjadi buku bacaan
sedangkan kehidupan adalah sekolah sehari-hari?
Hasrat masa muda akan kesenangan-kenikmatan tidak terlalu menuntut
tanggung jawab -hanya akan terpenuhi bila fajar telah menyelak kegelapan
hari.

Nyanyian Sukma

Di dasar relung jiwaku
Bergema nyanyian tanpa kata; sebuah lagu
yang bernafas di dalam benih hatiku,
Yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulit ; ia meneguk rasa kasihku
dalam jubah yg nipis kainnya, dan mengalirkan sayang,
Namun bukan menyentuh bibirku.

Hidup


Kehidupan merupakan sebuah pulau di lautan kesepian, dan bagi pulau itu
bukti karang yang timbul merupakan harapan, pohon merupakan impian, bunga
merupakan keheningan perasaan, dan sungai merupakan damba kehausan.
Hidupmu, wahai saudara-saudaraku, laksana pulau yang terpisah dari pulau
dan daerah lain. Entah berapa banyak kapal yang bertolak dari pantaimu
menuju wilayah lain, entah berapa banyak armada yang berlabuh di pesisirmu,
namun engkau tetap pulau yang sunyi, menderita kerana pedihnya sepi dan
dambaan terhadap kebahagiaan. Engkau tak dikenal oleh sesama insan, lagi
pula terpencil dari keakraban dan perhatian.

Fikiran dan Samadi


Hidup menjemput dan melantunkan kita dari satu tempat ke tempat yang lain;
Nasib memindahkan kita dari satu tahap ke tahap yang lain. Dan kita yang
diburu oleh keduanya, hanya mendengar suara yang mengerikan, dan hanya
melihat susuk yang menghalangi dan merintangi jalan kita.

Keindahan menghadirkan dirinya dengan duduk di atas singgahsana keagungan;
tapi kami mendekatinya atas dorongan Nafsu ; merenggut mahkota
kesuciannya, dan mengotori busananya dengan tindak laku durhaka. 

Bangsa Kasihan


Kasihan bangsa yang memakai pakaian yang tidak ditenunnya,
memakan roti dari gandum yang tidak dituainya
dan meminum anggur yang tidak diperasnya

Kasihan bangsa yang menjadikan orang bodoh menjadi pahlawan,
dan menganggap penindasan penjajah sebagai hadiah. 

Perjamuan Jiwa


BANGUNLAH, Cintaku. Bangun! Kerana jiwaku mengalu-alumu dari dasar laut,
dan menawarkan padamu sayap-sayap di atas gelombang yang mengamuk
Bangunlah, kerana sunyi telah menghentikan derap kaki kuda dan langkah para
pejalan kaki.

Rasa kantuk telah memeluk roh setiap laki-laki, sementara aku terbangun
sendiri, rasa rindu membukakan kertas surat tidurku.
Cinta membawaku dekat denganmu, namun kebimbangan melemparkan diriku
menjauh darimu.

Kehidupan


Engkau dibisiki bahawa hidup adalah kegelapan
Dan dengan penuh ketakutan
Engkau sebarkan apa yang telah dituturkan padamu
penuh kebimbangan

Anak

Dan seorang perempuan yang menggendong bayi dalam dekapan dadanya
Berkata, bicaralah pada kami perihal anak

Dan dia berkata
Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka dilahirkan melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu

Rahasia Jodoh


Berpasangan engkau telah diciptakan
Dan selamanya engkau akan berpasangan
Bergandingan tanganlah dikau
Hingga sayap-sayap panjang nan lebar lebur dalam nyala
Dalam ikatan agung menyatu kalian

Saling menataplah dalam keharmonian
Dan bukanlah hanya saling menatap ke depan
Tapi bagaimana melangkah ke tujuan semula

IBU


Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir - bibir manusia.
Dan "Ibuku" merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari
kedalaman jiwa.

Cinta III



Kelmarin aku berdiri berdekatan pintu gerbang sebuah rumah ibadat dan
bertanya kepada manusia yang lalu-lalang di situ tentang misteri dan kesucian cinta.

Seorang lelaki setengah baya menghampiri, tubuhnya rapuh wajahnya gelap.
Sambil mengeluh dia berkata, "Cinta telah membuat suatu kekuatan menjadi
lemah, aku mewarisinya dari Manusia Pertama."