Tampilkan postingan dengan label Karya Amir Hamzah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya Amir Hamzah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Oktober 2010

Batu Belah


Dalam rimba rumah sebuah
Teratak bamboo terlampau tua
Angin menyusup di lubang tepas
Bergulung naik di sudut sunyi

Ibuku Dahulu


Ibuku dahulu marah padaku
Diam ia tiada berkata
Aku pun lalu merajuk pilu
Tiada perduli apa yang terjadi.

Karna Kasih Mu


Karena kasihmu
Engkau tentukan waktu
Sehari lima kali kita bertemu

Aku ingin rupamu
Kulebihi sekali
Sebelum cuaca menali sutera

Insyaf


Segala kupinta tiada kauberi
Segala kutanya tiada kau sahuti
Butalah aku terdiri sendiri
Penuntun tiada memimpin jari

Senin, 18 Oktober 2010

Padamu Jua


  Habis kikis
  Segera cintaku hilang terbang
  Pulang kembali aku padamu
  Seperti dahulu

Hanya Satu


 Timbul niat dalam kalbumu.
  Terbang hujan, ungkai badai
  Terendam karam
  Runtuh ripuk tamanmu rampak

Do'a

Dengan apakah kubandingkan pertemuan kita, kekasihku?
Dengan senja samar sepoi, pada masa purnama meningkat naik,   setelah menghalaukan panas payah
terik.
Angin malam mengembus lemah, menyejuk badan, melambung rasa menayang pikir, membawa angan ke bawah kursimu.

Buah Rindu II


 Datanglah engkau wahai maut
  Lepaskan aku dan nestapa
  Engkau lagi tempatku berpaut
  Di waktu ini gelap gulita.

Berdiri Aku

Berdiri aku di senja senyap
Camar melayang menepis buih
Melayah bakau mengurai puncak
Berjulang datang ubur terkembang