Tampilkan postingan dengan label Angkatan Pujangga Baru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Angkatan Pujangga Baru. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Oktober 2010

Karim Halim


Karim Halim adalah sastrawan Indonesia yang memiliki nama samaran R.O. Hanka, Atma Anoma, dan Sekarijadi. Karim Halim (lahir di Balingka, Agam, Sumatera Barat, 18 Desember 1918; umur 91 tahun). Karim menganut agama Islam.

Anak Agung Pandji Tisna


Anak Agung Pandji Tisna (lahir di Buleleng, 11 Februari 1908 – meninggal 2 Juni 1978 pada umur 70 tahun), yang dikenal pula dengan nama Anak Agung Nyoman Pandji Tisna atau I Gusti Nyoman Pandji Tisna, adalah keturunan ke-11 dari dinasti raja Buleleng di Bali Utara, Anglurah Pandji Sakti. Ia mewarisi takhtanya dari ayahnya, Anak Agung Putu Djelantik, pada 1944. Dalam buku karangannya sendiri yang berjudul I Made Widiadi, pada halaman terakhir disebutkan bahwa ia sejak semula tidak mau diangkat raja. Karena tentara pendudukan Jepang memerlukan, maka dengan dipaksa ia diangkat sebaga "syucho".

Sariamin Ismail


Sariamin Ismail , lahir di Talu, Pasaman, Sumatra Barat, 9 Juli 1909 adalah sastrawan Indonesia. Dia adalah seorang tokoh penulis Indonesia, yang mulai menulis pada usia 16 tahun dengan novel pertamanya berjudul Kalau tak Untung terbitan Balai Pustaka pada tahun 1934. Dikenal sebagai Pengarang pertama Indonesia dari kaum perempuan. Dalam menulis novelnya ataupun menulis di surat kabar, ia lebih suka memakai nama samaran Selasih, ataupun Seleguri atau gabungan dari kedua nama samaran tersebut, Selasih Seleguri. Menulis untuk beberapa surat kabar termasuk Pujangga Baru, Panji Pustaka, Asyara, Sunting Melayu, dan Bintang Hindia. Pernah menjabat sebagai ketua dari Jong Islamieten Bond, Bukit Tinggi (1928-1930). Pada 1934, ia adalah editor dari Suara Kaum Ibu sebuah surat kabar dari Sumatera di Padang Panjang. Pada 1947, ia terpilih sebagai anggota parlemen daerah untuk provinsi Riau.
Karya-karyanya
  • Kalau Tak Untung (1933)
  • Pengaruh Keadaan (1937)
  • Puisi Baru - kumpulan puisi (1946)
  • Rangkaian Sastra (1952)
  • Seserpih Pinang Sepucuk Sirih - kumpulan puisi (1979)
  • Panca Juara (1981)
  • Nakhoda Lancang (1982)
  • Cerita Kak Murai, Kembali ke Pangkuan Ayah (1986)
  • Ungu : Antologi Puisi Wanita Penyair Indonesia (1990)
Sumber : Wikipedia

Roestam Effendi


Roestam Effendi (lahir di Padang, Sumatera Barat, 13 Mei 1903 – meninggal di Jakarta, 24 Mei 1979 pada umur 76 tahun) adalah seorang sastrawan Indonesia dan tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia. Keberadaannya dalam khasanah sastra Indonesia cukuplah penting. Semangat perlawanan terhadap pemerintah penjajahan dituangkan dalam penulisan sajak dan drama yang bersifat metaforik dan menjadi pembaharu dalam gaya. Ia adalah orang asli Hindia-Belanda pertama yang menjadi anggota parlemen Belanda.

Sanusi Pane


Sanusi Pane (lahir di Muara Sipongi, Sumatera Utara, 14 November 1905 – meninggal di Jakarta, 2 Januari 1968 pada umur 62 tahun) adalah seorang sastrawan Indonesia angkatan Pujangga Baru yang karya-karyanya banyak diterbitkan antara 1920-an sampai dengan 1940-an.

Haji Abdul Malik Karim Amrullah


Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan julukan HAMKA, yakni singkatan namanya, (lahir di desa kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, 17 Februari 1908 – meninggal di Jakarta, 24 Juli 1981 pada umur 73 tahun) adalah sastrawan Indonesia, sekaligus ulama, dan aktivis politik.

Armijn Pane


Armijn Pane, lahir di Muara Sipongi, Mandailing Natal, Sumatera Utara, 18 Agustus 1908 – meninggal di Jakarta, 16 Februari 1970 pada umur 61 tahun, adalah seorang Sastrawan Indonesia. Penulis yang terkenal keterlibatannya dengan majalah Pujangga Baru. Bersama Sutan Takdir Alisjahbana dan Amir Hamzah, Armijn Pane mampu mengumpulkan penulis-penulis dan pendukung lainnya dari seluruh penjuru Hindia Belanda untuk memulai sebuah pergerakan modernisme sastra.

Sutan Takdir Alisjahbana


Sutan Takdir Alisjahbana (STA), (lahir di Natal, Sumatera Utara, 11 Februari 1908 – meninggal di Jakarta, 17 Juli 1994 pada umur 86 tahun), adalah sastrawan Indonesia. Menamatkan HKS di Bandung (1928), meraih Mr. dari Sekolah Tinggi di Jakarta (1942), dan menerima Dr. Honoris Causa dari UI (1979) dan Universiti Sains, Penang, Malaysia (1987).Diberi nama Takdir karena jari tangannya hanya ada 4.

Kamis, 23 September 2010

Profil Amir Hamzah

ANGKATAN PUJANGGA BARU
Amir Hamzah

(Sumber: [http://www.geocities.com/amemorikaze/amir_hamzah_duke_of_langkat.jpg http://www.geocities.com/amemorikaze/amir_hamzah_duke_of_langkat.jpg])

Amir Hamzah Lahir Tanjung Pura, 28 Februari 1911.
Meninggal Kuala Begumit, 20 Maret 1946.
Kebangsaan Flag of Indonesia.svg Indonesia Suku bangsa Melayu Angkatan Pujangga Baru Karya terkenal Buah Rindu Penghargaan Pahlawan Nasional, Pemerintah RI.
Tengku Amir Hamzah yang bernama lengkap Tengku Amir Hamzah Pangeran Indera Putera (lahir di Tanjung Pura, Langkat, Sumatera Timur, 28 Februari 1911 – meninggal di Kuala Begumit, 20 Maret 1946 pada umur 35 tahun) adalah seorang sastrawan Indonesia angkatan Pujangga Baru. Ia lahir dalam lingkungan keluarga bangsawan Melayu (Kesultanan Langkat) dan banyak berkecimpung dalam alam sastra dan kebudayaan Melayu.